Thank You

Pasti sudah sering dengar perkataan “semua indah pada waktu-Nya” kan ya. Atau bahwa kalau kita memohon sesuatu, Dia pasti akan mengabulkan permohonan kita, atau menundanya, atau menggantinya. Pasti sudah pernah tersenyum kecut juga waktu kita atau orang lain bilang begitu sama kita. Saya percaya banget kok sama semua itu, tapi pasti ada saat-saat tertentu di mana kita ngerasa capek banget, dan pingin istirahat dulu dari semuanya. Itu yang terjadi sama saya beberapa bulan terakhir. Gak, gak mau mengeluh, karena saya langsung berasa “ditampar” waktu dapet kabar baik tentang promosi saya Rabu kemarin. Karena hari itu, pas saya merasa capek banget. Capek karena ngerasa rasanya saya sudah maksimal banget kerja, tapi kenapa penghargaan rasanya kurang. Capek berusaha untuk hal lain yang nanti saya ceritain juga di sini karena sekarang saya merasa belum kuat. Nah, pas lagi di titik itu, tau-tau seolah Dia mbangunin saya sambil menyorongkan kado yang dulu saya minta dari-Nya. Atau tepatnya hiburan dari-Nya saat saya merasa terpuruk.

Apa yang bisa saya bilang? Dia mengerti saya jauh lebih baik dari siapa pun, bahkan dari suami atau mama saya sekali pun. Dia selalu tau bagaimana menyenangkan hati saya, membuat saya gak menye-menye lagi :D.

Thank You.

Iklan

Promosi!

Gimana reaksimu kalau impianmu terkabul (kurang lebih) persis plek plek dengan apa yang kamu bayangkan sebelumnya? Kalau di saya, jadinya mata nanar, lidah kelu, dan gemeteran hahahaa… Norak ya? 😀

Promosi berarti bukan akhir, tapi justru awal yang jauh lebih besar (dan berat). Banyak banget hal baru yang harus saya pelajari, termasuk SQL yang sampai sekarang masih saya anggap makhluk planet :D. Ada yang bisa gak, ajarin dong :).  Tapi kalau saya dipercaya berarti saya memang mampu kan ya?

Bismillah, may the force be with me, and with all of you too! 🙂

Adrenaline junkie

Kalau lagi didera pekerjaan di kantor, rasanya pingin cepet pulang terus menggeletak di depan TV… awalnya. Habis itu, malah keasikan dan kaget sendiri waktu ngeliat jam. Ih ternyata sudah waktunya ngejar kereta untuk pulang, terus tau-tau merasa “berat” ninggalin kantor, males pulang :D. Terus sekarang ini, Jumat malam, merasa kelebihan energi dan kangen sama hari Senin, sama heboh-hebohnya, sama aliran adrenalin waktu setengah stress menyelesaikan pekerjaan. Iya gitu deh, kalau kebanyakan yang musti dikerjain, saya (agak) stress. Kalau gak ada yang dikerjain, lebih stress lagi.

Btw, saya iseng ngetes diri sendiri di sini, dan skor saya 46, yang berarti High Urgency Mind-Set. Masa iya sih, kayanya engga deh *denial* 😀

Tapi yang ini memang gw banget :

I start thinking about what I have to do at work within a few minutes of waking up.

I have a hard time slowing down and relaxing when I reach the end of the workday.

I seem to do my best work when I’m under pressure.

I often eat lunch or other meals while I work. *ehem pantes celana panjang tambah sempit* 😀

I often give up quality time with important people in my life to handle situations at work. >>> This is bad, I know…

When something cancels or I get unexpected free time, my first thought is what work I can fill the empty space with.

While I’m working, I feel the pressure of all the other things I have to do that are hanging over me.

OK, catatan untuk diri sendiri: slow down!! 🙂

Kayaknya ada yang salah hitung…

Jadi, hari ini si kompensasi yang ditunggu-tunggu, satu-satunya penyemangat kerja *hihi* keluar juga. Alhamdulillah, lebih baik daripada tahun lalu, walau gak terlalu spektakuler. Pak bos bilang bahwa bonus saya naik 10% dari tahun lalu, dan menurutnya, kenaikan itu termasuk di antara yang paling signifikan di kantor. Tapi setelah saya liat-liat lagi, kayaknya ada yang gak beres deh… Jadi catatan bonus saya menurut pak manajer itu lebih besar dari bonus yang sebenarnya saya terima tahun lalu. Kesimpulannya? Berarti kenaikan bonus saya sebenarnya 30% :D. Ngggg…perlu kasi tau gak ya? Tapi kan pasti perhitungannya sudah masuk ke bagian keuangan dan siap ditransfer untuk akhir bulan ini… 😀

Bekerja di Prancis

Beberapa bulan lalu, saya pernah diwawancarai suatu majalah untuk topik peluang karier WNI di negara-negara favorit. Di bawah ini salinan jawaban saya, yang tentunya sudah diedit untuk versi majalah. Siapa tahu ada yang perlu, semoga berguna :).

Menurut saya, profesi yang relatif lebih terbuka untuk warga pendatang umumnya adalah pekerjaan yang membutuhkan bahasa asing kedua, terutama Bahasa Inggris. Lebih spesifik lagi, pekerjaan seputar urusan administratif atau kesekretarisan. Mengapa di bidang administratif ? Karena menurut saya, orang Indonesia yang sudah menguasai Bahasa Prancis paling tidak pasti telah mengetahui pekerjaan administratif dasar, seperti korespondensi dalam Bahasa Prancis atau membuat risalah dalam Bahasa Prancis. O ya, kemampuan berbahasa Prancis minimal di tingkat menengah WAJIB hukumnya sebagai modal kita memasuki pasar kerja di Prancis. Kalau ditambah dengan penguasaan bahasa asing tambahan tentunya akan menambah peluang kita. Tapi yang pertama dan terutama tetaplah kemampuan bahasa Prancis.

Sejak tahun 2007, saya bekerja sebagai Research Analyst for Financial Market. Tugas saya adalah mengumpulkan dan menganalisis data finansial dan mengintegrasikannya di data base yang produk akhinya diperuntukkan bagi para manajer investasi, bankir, atau lembaga riset finansial. Saya mendapatkan pekerjaan ini setelah terdaftar di ANPE (Agence Nationale de l’Emploi), yang sekarang berganti nama menjadi Pôle Emploi (PE). PE adalah lembaga pemerintah di bawah Kementerian Ekonomi, Industri, dan Tenaga Kerja yang berfungsi memfasilitasi para pencari kerja. Mereka yang sedang dalam status pencari kerja disarankan untuk mendaftarkan diri ke lembaga ini. Setelah terdaftar, kita akan diwawancarai oleh konselor PE mengenai latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja kita, jenis pekerjaan yang kita minati, serta pelatihan apa yang kita butuhkan untuk mendapatkan pekerjaan termaksud. PE memang menyelenggarakan berbagai pelatihan/kursus singkat, mulai dari pelatihan dasar cara menyusun CV atau surat lamaran yang efektif, pelatihan mengenai software perkantoran (Word, Excel, Power Point), kursus bahasa Inggris, sampai yang spesifik seperti pelatihan di bidang mekanik misalnya. Berbagai pelatihan ini ada yang diadakan langsung di dan oleh PE, ada yang diselenggarakan melalui kerja sama dengan lembaga pelatihan swasta. Para pencari kerja yang terdaftar di PE diharuskan melaporkan situasinya setiap bulan, apakah sudah berhasil mendapatkan pekerjaan atau belum. Kalau masih belum mendapat pekerjaan, setiap 6 bulan akan ada interview lagi dengan konselor yang menangani kita.

Saya mendapatkan lowongan pekerjaan saya sekarang di website PE (PE sebagai fasilitator para pencari kerja tentu juga menyediakan berbagai lowongan pekerjaan yang bisa diakses gratis oleh para anggota di website-nya. Kita bisa langsung mengajukan lamaran melalui website tersebut). Proses rekrutmennya berlangsung cukup singkat. Saya mengajukan lamaran hari Selasa, hari Rabunya saya langsung dihubungi oleh direktur perusahaan tempat saya melamar. Saya datang untuk wawancara pertama hari Kamis. Tahap pertama, wawancara dalam Bahasa Prancis. Tahap kedua, tes yang bertujuan untuk melihat kemampuan saya melakukan pembicaraan ringan dalam Bahasa Inggris, « disamarkan » dengan acara makan siang dengan pewawancara yang berbeda dengan tim di wawancara pertama. Setelah itu, saya diberikan suatu dokumen finansial dan diminta untuk menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan dokumen tersebut. Hari Jumat, direktur mengabari saya via e-mail bahwa hasil wawancara pertama sangat positif dan meminta saya untuk datang kembali hari Selasa di minggu sesudahnya. Wawancara tahap kedua tersebut sebenarnya bukan lagi berupa tes seperti di tahap pertama ; saya hanya diberikan presentasi kecil mengenai perusahaan dan gambaran pekerjaan saya jika kelak diterima. Tiga hari setelahnya, saya mendapatkan kabar via telepon bahwa saya diterima.

Mengenai tips melamar pekerjaan di Prancis, yang pertama dan terutama seperti yang saya tulis sebelumnya, WAJIB menguasai Bahasa Prancis. Tidak perlu sampai mahir dulu, minimal penguasaan kemampuan pemahaman lisan.

Beberapa tips lain :

• Jangan berhenti untuk belajar, belajar, dan belajar. Situasi pasar kerja di Prancis pastinya berbeda dengan Indonesia, jadi harus mau terus meng-upgrade diri sendiri dengan berbagai pelatihan untuk amunisi « bertarung » di pasar kerja Prancis.

• Terkait dengan poin di atas, sebaiknya daftarkan diri di Pôle Emploi. Perhatikan masukan dari para konselor dan aktif dalam sesi konsultasi dengan mereka. Jangan ragu untuk meminta berbagai pelatihan yang dirasa perlu untuk pekerjaan idaman kita (meskipun tidak ada jaminan bahwa permintaan kita pasti disetujui).

• Kadang perusahaan di Prancis agak « segan » mempertimbangkan lamaran kita kalau latar pendidikan dan pengalaman kerja kita didapatkan di luar Prancis. Jadi, terima saja kenyataan kalau kita harus menurunkan standar pekerjaan kita dan bahwa pengalaman kerja kita di Indonesia seakan tidak dihargai di Prancis. Anggap saja ini sebagai masa transisi dan adaptasi.

• Aktif mencari lowongan pekerjaan di berbagai media : koran, internet, website Pôle Emploi… Juga daftarkan diri di berbagai agen rekrutmen swasta seperti Manpower, Adecco, Synergie.

Untuk bisa bekerja di Prancis, diperlukan titre de séjour (KTP) khusus yang bisa diperoleh dengan menunjukkan kontrak kerja permanen (CDI/Contrat à Durée Indéterminée). Jadi punya kontrak kerja dulu, baru bisa mengajukan permohonan KTP. Namun demikian, jika punya KTP sebagai istri/suami WN Prancis, di KTP itu akan tercantum pernyataan bahwa KTP tersebut memungkinkan pemegangnya untuk bekerja di Prancis.

Beberapa website yang mungkin berguna:

POLE EMPLOI :http://www.pole-emploi.fr/accueil/

MANPOWER : http://www.manpower.fr/

ADECCO : http://www.adecco.fr/Pages/default.aspx

SYNERGIE : http://www.synergie.fr/index.php

15 Films You’ve Seen that Will Always Stick with You

Don’t take too long to think about it.
Fifteen films you’ve seen that will always stick with you.
List the first fifteen you can recall in no more than fifteen minutes.

1. Sleepless in Seattle
2. You’ve Got Mail
3. While You Were Sleeping
4. French Kiss
5. La tête en friche (with Gerard Dépardieu, I cried when watching this *so what else is new* :D)
6. One Fine Day
7. Inception
8. Ice Age 2 *hihi*
9. Madagascar 2 🙂
10. The Terminal
11. The Green Mile
12. A la Folie.. Pas du Tout / He Loves Me…He Loves Me Not (with Audrey Tautou, great twist!)
13. Love Actually
14. Tellement Proches (a French romantic comedy of my kind :))
15. The Village

Needless to say, I’m a romantic comedy (and Tom Hanks) freak :D.

3 tahun… lalu apa?

Gak terasa, ternyata sudah 3 tahun aja saya kerja di kantor sekarang. Terus seperti biasa, saya sudah mulai melakukan evaluasi tahunan (pribadi) mulai dari awal bulan September. Pikir-pikir lagi, apa sih yang sudah saya dapat dari pekerjaan ini, dari sisi intelektual, sosial, dan finansialnya.

Hmm, jujur sih ya, saya sempat sedikit kecewa sama beberapa hal tahun ini. Malah saya sempat bilang sama diri sendiri, tampaknya bulan madu sudah berakhir karena saya mulai melihat sisi-sisi lain yang sayangnya gak semua positif di kantor ini. Kecewanya banget banget…, malah tempo hari saya sempat berpikir, apa saya mundur saja ya, soalnya saya merasa sudah kehilangan sebagian motivasi kerja. Tapi setelah saya pikirkan lagi dengan tanpa emosi, plus berkat obrolan singkat dengan salah satu teman baik saya, saya akhirnya sadar bahwa emosi sesaat itu gak ada gunanya. Seringnya malah yang ada nanti cuma penyesalan saja.

Terus ya, di saat saya lagi bimbang begitu, seperti kebetulan (walau saya yakin gak ada yang namanya kebetulan), segala sesuatu di sekeliling saya seakan menegur saya untuk gak terlalu “manja”. Eh iya kan, manja karena saya mau semua berjalan seperti mau saya, kalau enggak, saya ngambek, mundur dari kantor :). Dan saat saya bilang segala sesuatu, itu dalam arti sebenar-benarnya. Segala siaran TV lah, bacaan, orang-orang di sekeliling saya, “menyentil” saya dengan caranya sendiri. Saya gak bisa menerangkan secara gamblang di sini, tapi benar-benar semuanya bikin saya “tertampar” bolak-balik dan bikin saya bilang,”OK, universe. I got the message, loud & clear.” 🙂

Lagipula hey, kalau pun saya memutuskan untuk pergi, belum tentu juga di kantor yang baru, saya gak akan menemukan masalah lain. Bisa jadi malah lebih parah keadaannya. Paling tidak, di tempat ini, saya menyukai pekerjaan saya. Dan saya sudah memutuskan, saya akan membuat diri saya bahagia. Caranya ya dengan tetap bekerja sebaik-baiknya, seperti sebelumnya, dengan tanpa menghiraukan hal-hal lainnya yang gak relevan. Saya akan tetap bekerja dengan hati riang. Itulah cara saya bersyukur karena masih diberkahi pekerjaan di masa yang serba gak jelas seperti sekarang :).