Thank You

Pasti sudah sering dengar perkataan “semua indah pada waktu-Nya” kan ya. Atau bahwa kalau kita memohon sesuatu, Dia pasti akan mengabulkan permohonan kita, atau menundanya, atau menggantinya. Pasti sudah pernah tersenyum kecut juga waktu kita atau orang lain bilang begitu sama kita. Saya percaya banget kok sama semua itu, tapi pasti ada saat-saat tertentu di mana kita ngerasa capek banget, dan pingin istirahat dulu dari semuanya. Itu yang terjadi sama saya beberapa bulan terakhir. Gak, gak mau mengeluh, karena saya langsung berasa “ditampar” waktu dapet kabar baik tentang promosi saya Rabu kemarin. Karena hari itu, pas saya merasa capek banget. Capek karena ngerasa rasanya saya sudah maksimal banget kerja, tapi kenapa penghargaan rasanya kurang. Capek berusaha untuk hal lain yang nanti saya ceritain juga di sini karena sekarang saya merasa belum kuat. Nah, pas lagi di titik itu, tau-tau seolah Dia mbangunin saya sambil menyorongkan kado yang dulu saya minta dari-Nya. Atau tepatnya hiburan dari-Nya saat saya merasa terpuruk.

Apa yang bisa saya bilang? Dia mengerti saya jauh lebih baik dari siapa pun, bahkan dari suami atau mama saya sekali pun. Dia selalu tau bagaimana menyenangkan hati saya, membuat saya gak menye-menye lagi :D.

Thank You.

Iklan

Do you know the difference between stock and bond?

…tanya pewawancara yang kelak menjadi manajer saya waktu itu, setahun yang lalu.

Glek, makhluk apa pula itu, batin saya dalam hati. Saya menggeleng pasrah sambil diam-diam mulai melepaskan harapan saya untuk lowongan yang satu ini.

“Oh it’s OK, you can find descriptions about them in web sites like investorwords.com. You will have trainings about introduction on financial market too”, katanya menenangkan saya yang mungkin dilihatnya mulai menunjukkan tanda-tanda putus asa.

Saya mengangguk pelan, masih belum merasa nyaman dengan serbuan istilah dan jargon finansial. Makin merasa susah duduk lagi karena setelah itu, saya disodori secarik kertas berisi contoh kasus untuk dianalisis. Heh?? Yang saya pelajari di kampus dulu berkisar seputar fonem, morfem, dan analisis sintaktis. Sekarang tiba-tiba saya harus menelaah apa gerangan maksud dari pernyataan “perusahaan A mempunyai deemed interest di perusahaan B”.

Tenang…tenang…, kata saya menguatkan diri sendiri. Toh mereka tahu saya sama sekali tidak punya latar belakang pendidikan dan pengalaman di bidang ini. Lagipula, di luar itu semua, saya sangat, sangat suka dengan suasana di kantor ini, entah apanya, banyak aura positif yang saya rasakan dari pertama kali saya masuk tadi.

Sekarang, hari ini, tepat satu tahun saya memulai babak baru (lagi) di perantauan. Mulai lagi bekerja di bidang yang sama sekali baru. Rasanya? Mengasyikkan ternyata. I enjoy every minute of it. Terutama kalau ingat lagi, bagaimana ini semua dimulai. Begitu banyak hal yang menurut saya, ajaib. Kok bisa saya tiba-tiba menemukan lowongan yang mencari orang yang trilingual, bisa Bahasa Prancis, Inggris, dan Indonesia? Berapa banyak lowongan seperti itu yang bisa ditemukan di Prancis? Kok bisa saya menemukan lowongan itu di situs ANPE dengan kode yang belum pernah saya gunakan sebelumnya? Kok bisa kebetulan kode itu diberikan oleh agen ANPE yang mengurus berkas saya seminggu sebelumnya? Kok bisa kebetulan lokasi kantor ini ideal sekali, tidak jauh dari tempat tinggal saya, yang nota bene baru saya tinggali dua bulan sebelumnya? Kok bisa kontrak kerjanya langsung CDI atau permanen, dengan standar kerja yang sangat bagus? Padahal tadinya saya sudah setengah pasrah, mengingat sulitnya kaum pendatang mencari pekerjaan yang pas di Prancis. Yang sering terjadi, terpaksa harus menurunkan sedikit standar kualifikasi atau downgrade CV.

Small miracles? Nope, they’re part of a big one, a gift from God.

Merci infiniment, Dieu. Que je puisse en profiter le mieux possible, pas seulement pour moi, mais aussi pour mes environs, amin.

Berbaik sangka kepada Allah yuk

Dari “La Tahzan”, ada satu kutipan yang kena banget di hati, kalo gak salah begini:

“Berbaik sangka kepada Allah tidak akan gagal”.

Jadi kalau mulai gelisah, khawatir gak jelas, biasanya kalimat itu ampuh untuk menenangkan hati saya. And it does works .

I’d be lost in space without YOU, really… (kalau kutipan yang ini dari lagu wajib sepanjang masa saya: “Lost in Space”-nya Lighthouse Family :).