Emily Owens, aku mengerti…

Lama banget gak nulis-nulis tau-tau ngomongin Emily Owens begini :D. Oh ya habis gimana ya, jadi ibu bekerja tanpa asisten di Eropah itu ternyata asoy geboy… Capek tapi menyenangkan. Apalagi kalau semua target tercapai dengan baik, misalnya setelah heboh nyiapin makanan untuk bébé, lalu dia makannya pintar, plus semua target di kantor beres. Rasanya PUAS! :). Tapi ya gitu deh, rasanya ada banyak cerita yang mau ditulis tapi begitu sampai rumah, badan udah rontok aja gitu. Kapan-kapan saya mau bagi-bagi cerita tentang serunya jadi ibu bekerja di Prancis ya.

 

Oh ya, tentang Emily Owens. Jadi ini adalah serial tentang para dokmud (dokter muda, maap garing) yang berkutat di tengah masalah pasien dan deramah cinta. Kira-kira mirip Ally McBeal campur ER gitu deh. Pertama nemu serial ini waktu bébé lagi tidur siang dan saya aji mumpung me-time dengan nyari-nyari tontonan di TV. Nah, nemu deh serial ini. Bayar sih, nontonnya *ihik*, soalnya ini episodenya ditayangkan 24 jam setelah tayangan di  Amriki. 

 

Pertama nonton, langsung suka! Rasanya sehati deh, sama si Emily, tokoh utamanya. Dia ini udah lama naksir Will, temen kuliahnya yang sekarang jadi koleganya. Tapi ya… gitu deh… ternyata dia di-friend zone-kan saza sama si Will. Lalu muncullah dokter ganteng idolaku yang bernama Micah yang suka juga sama Emily *lalu sekonyong-konyong saya menobatkan diri sebagai Team EMicah* :))). Tapiii ternyata…, Emily akhirnya memilih Will (yang barusan putus sama pacarnya, sesama dokter di RS yang sama) di episode terakhir yang tayang malam ini di US. Iya ih, sedih deh jadinya. Pertama, karena seri ini di-cancel karena ratingnya gak cukup tinggi. Kedua, karena… KENAPA JUGA HARUS MILIH WILL?? Udah jelas-jelas Micah itu baik banget!! *fans terlalu menghayati*

 

Tapi yah… seperti judul di atas, I understand. Totally. When you are in love with someone that long, and suddenly that someone realizes after a long long time, that he/she has feelings for you, would you be able to let it go? *eleuh dalem*.

Tapi kasian Micah yah… 

*belum bisa move on*

*terlalu menghayati sinetron, eh iya kan, ini masuk kategori sinetron juga*

🙂

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s