3 tahun… lalu apa?

Gak terasa, ternyata sudah 3 tahun aja saya kerja di kantor sekarang. Terus seperti biasa, saya sudah mulai melakukan evaluasi tahunan (pribadi) mulai dari awal bulan September. Pikir-pikir lagi, apa sih yang sudah saya dapat dari pekerjaan ini, dari sisi intelektual, sosial, dan finansialnya.

Hmm, jujur sih ya, saya sempat sedikit kecewa sama beberapa hal tahun ini. Malah saya sempat bilang sama diri sendiri, tampaknya bulan madu sudah berakhir karena saya mulai melihat sisi-sisi lain yang sayangnya gak semua positif di kantor ini. Kecewanya banget banget…, malah tempo hari saya sempat berpikir, apa saya mundur saja ya, soalnya saya merasa sudah kehilangan sebagian motivasi kerja. Tapi setelah saya pikirkan lagi dengan tanpa emosi, plus berkat obrolan singkat dengan salah satu teman baik saya, saya akhirnya sadar bahwa emosi sesaat itu gak ada gunanya. Seringnya malah yang ada nanti cuma penyesalan saja.

Terus ya, di saat saya lagi bimbang begitu, seperti kebetulan (walau saya yakin gak ada yang namanya kebetulan), segala sesuatu di sekeliling saya seakan menegur saya untuk gak terlalu “manja”. Eh iya kan, manja karena saya mau semua berjalan seperti mau saya, kalau enggak, saya ngambek, mundur dari kantor :). Dan saat saya bilang segala sesuatu, itu dalam arti sebenar-benarnya. Segala siaran TV lah, bacaan, orang-orang di sekeliling saya, “menyentil” saya dengan caranya sendiri. Saya gak bisa menerangkan secara gamblang di sini, tapi benar-benar semuanya bikin saya “tertampar” bolak-balik dan bikin saya bilang,”OK, universe. I got the message, loud & clear.” 🙂

Lagipula hey, kalau pun saya memutuskan untuk pergi, belum tentu juga di kantor yang baru, saya gak akan menemukan masalah lain. Bisa jadi malah lebih parah keadaannya. Paling tidak, di tempat ini, saya menyukai pekerjaan saya. Dan saya sudah memutuskan, saya akan membuat diri saya bahagia. Caranya ya dengan tetap bekerja sebaik-baiknya, seperti sebelumnya, dengan tanpa menghiraukan hal-hal lainnya yang gak relevan. Saya akan tetap bekerja dengan hati riang. Itulah cara saya bersyukur karena masih diberkahi pekerjaan di masa yang serba gak jelas seperti sekarang :).

Iklan