Resolusi 2010: TIDAK menjadi multitasker

Sebenernya ya, sudah lama banget saya gak bikin-bikin lagi resolusi awal tahun. Toh, setiap hari pun saya sudah punya target-target kecil, kadang malah ada target mingguan juga. Jadi, biarkan mengalir saja, tapi mengalir menuju ke suatu titik tertentu, jadi gak asal mengalir begitu saja.

Anyway, awal tahun ini pun saya biarkan mengalir saja, sampai waktu saya baca artikel tentang kunci kebahagiaan di suatu majalah Prancis. “Don’t multitask”, itu kunci pertamanya. Lah, terus saya jadi merasa tertampar dong ya. Gimana enggak, saya bangga bisa (hampir) selalu jadi multitasker. Lagipula, perempuan itu memang cenderung punya bakat multitasker kok ya… Makan siang kilat disambi chatting disambi main Facebook disambi baca koran disambi gawe itu biasa gak sih :). Eh tapi ternyata, multitasking itu tidak disarankan karena bisa bersifat psikotoksik. Penyebabnya ya karena tingkat stress dan ketegangan kita cenderung meningkat kalau kita mengerjakan beberapa hal di saat bersamaan. Pikir-pikir, iya juga sih… Saya kadang begitu “bernafsu” pingin menyelesaikan berbagai macam hal secepat mungkin sehingga baru jam 11 siang, kepala saya sudah mulai berasap.

Jadi? Yah, tidak (atau minimal mengurangi) multitasking adalah resolusi saya tahun ini. Saya mau memperlambat ritme harian saya dengan mengerjakan segalanya satu demi satu. Eh tapi susah yaaaa awal-awalnya, saya selalu tergoda untuk loncat ke pekerjaan lain waktu sedang berkutat di suatu pekerjaan. Sudah mendarah daging rupanya kebiasaan multitasking-nya :). Ah, tapi bisa kok, pelan-pelan. Chaque chose a son temps! (segala sesuatu ada waktunya!). 🙂

Iklan