Pernah nonton di bioskop sendiri?

Maksudnya nonton seorang diri di ruang bioskop, tanpa ada penonton lain kecuali kita seorang? Saya pernah. Pertama kali itu pula. Terus nonton film yang agak menyeramkan pula, bukan horror sih memang, cuma adegannya lumayan menegangkan, genre psychological thriller gitu. Kalo soal nonton ke bioskop sorangan, tanpa ditemenin siapa-siapa sih saya sudah biasa :). Habisnya, suami saya sangat pemilih untuk urusan nonton di bioskop, ngggg pokoknya sih asal ada action, monster, zombie mungkin, atau malah naga, dia hayuk-hayuk aja :D. Tapi tipe chick flick, komedi romantis? Doh mesti ditarik-tarik dulu baru deh mau nonton. Tapi gpp…, dengan begitu saya bisa sering-sering nikmatin me time dengan nonton sendiri di bioskop tiap week-end. Malahan saya enjoy banget jadinya. Pokoknya kalo mulai bosen sama kerjaan di tengah-tengah minggu, cukup dengan inget week-end nanti mau marathon cinema, jadi semangat lagi deh! 🙂

Anyway, jadinya hari Sabtu kemarin, saya ke bioskop aja sendirian. Suami kebetulan lagi lembur, makanya saya sudah bertekad HARUS nonton 3 film berturut-turut. Supaya enak pembagian waktunya, saya sudah mulai marathon cinema dari jam main film yang pertama, jam 11 pagi. Dimulai dari “Ne Te Retourne Pas/Don’t Look Back”, thriller yang masuk ke seleksi Festival de Cannes kemarin ini. Ide ceritanya menurut saya, termasuk orisinal. Seorang wanita (diperankan Sophie Marceau), tiba-tiba melihat segala sesuatu di hidupnya berubah : apartemennya, suami dan anak-anaknya, ibunya, bahkan dia sendiri. Anehnya, cuma dia seorang yang menyadari perubahan itu. Pelan-pelan fisiknya semakin berubah, hingga menjadi wanita lain yang diperankan Monica Belucci. Lumayan bikin penasaran kan? Jarang-jarang ini, film Prancis dengan tema kayak begini.

Tadinya, saya pikir film ini akan menarik banyak penonton di Prancis. Ternyata oh ternyata, pagi itu cuma saya SENDIRIAN dong deh yang nonton film ini. Tadinya, saya sudah siap-siap dihampiri petugas bioskop yang bilang bahwa jadwal film jam 11 ini dibatalkan karena cuma ada 1 penonton. Di Jakarta begitu bukan? Saya pernah ngalamin soalnya, gak tau deh apa sekarang masih berlaku seperti itu. Eh tapi ternyata di Prancis, pemutaran film tetap dijalankan meski cuma ada 1 penonton sekali pun. Malah mungkin film tetap akan diputar walau gak ada penonton sama sekali. Jadilah deh, saya waktu itu puas menguasai ruang bioskop :D. Ngggg walau kalo ada adegan yang agak bikin takut plus diiringi latar musik yang menegangkan, saya langsung mengkeret sambil lirak-lirik ke sekeliling yang gelap. Terus berdoa mudah-mudahan gak ada psikopat yang diam-diam menyelinap untuk membantai orang yang nonton film sendiri seperti saya *OK, ini efek kebanyakan nonton film Hollywood*. 😀

Secara keseluruhan, filmnya lumayan lah… Gak persis seperti yang saya bayangkan memang, tapi cukup deh nuansa thriller-nya. Heran aja kenapa sedikit penontonnya. Iya lho, saya amati, film-film yang pasti banyak pentontonnya dan yang paling lama bertahan di bioskop Prancis itu pasti film Hollywood. Bukan film Prancis. Cukup menarik ya? Padahal industri perfilman di Prancis cita-citanya kan ingin bersaing dengan produk AS, tapi nyatanya mereka keok di kandang sendiri.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s