Jadi pinguin

Acara favorit saya di tivi gak lain gak bukan adalah ramalan cuaca. Penting sih soalnya, biar gak sal-tum. Kan gak lucu kalo pake baju berlapis-lapis sementara hawa di luar anget banget. Temperatur di Prancis suka naik turun sih, di musim semi yang mustinya anget kadang masih dingin, atau juga sebaliknya. Anyway, pas tau bahwa hari ini ada alerte verglas, saya langsung siap ngantor dengan kostum celana jeans n sepatu olah raga :). Verglas itu lapisan es yang terbentuk dari titik-titik hujan yang turun waktu temperatur sekitar di bawah nol. Kebayang kan, kalo jalan raya dipenuhi verglas ini, jadinya licinnnn banget. Jangan pernah deh, make sepatu boot, apalagi yang berhak, kalo ada verglas. Jalan pun musti pelaaannn banget, dengan langkah-langkah kecil kayak pinguin. Buat pengendara mobil, verglas ini lebih bahaya lagi. Gak heran kalo ada lebih dari 80 kecelakaan lalu-lintas yang terjadi hari ini di Paris dan sekitarnya.

Di sekitar apartemen saya sih gak begitu banyak verglas-nya. Tapi lumayan licin sih, jadi tetep aja gak bisa lari2 *kerjaan rutin kalo kesiangan biar gak ketinggalan bis*. Begitu turun dari kereta dong…, ada dua orang yang dengan suksesnya nyaris kepleset. Yak, pertanda bahwa verglas di daerah kantor saya lebih parah. Ketemu sama beberapa temen kantor, mariii menjadi pinguin bersamaaa… Dan salah seorang di antaranya sukses aja gitu terpelanting di jalan…haduh kasian… Perjuangan yang cukup berat untuk sampe di kantor pagi ini… Saya begitu menghayati jadi pinguin bahkan waktu dah sampe di dalam kantor, sampai temen saya nanya apa saya gak apa-apa, kok jalannya jinjit-jinjit. Yeeee…ini masih kebawa tuntutan peran tauk :D.

Begitu sampai kantor, trima e-mail dari bos besar kalo dia terjebak di suatu tempat karena jalan-jalan ketutup sama verglas. Trus katanya, kalo kita kesulitan untuk berangkat ke kantor, dipersilakan untuk kerja di rumah. Lah, telat kali ya, coba ngirim e-mailnya kmarin, dengan senang hati saya kerja dari rumah dehhh. 😀

Iklan

Proyek baru…

Dapat kabar kalo kantor pusat di NY minta bantuan untuk menerjemahkan bahan seleksi pegawai baru di sana, dari Bahasa Inggris ke Indonesia. Jadi ceritanya, ada beberapa istilah finansial dan paragraf singkat yang harus diterjemahin ke Bahasa Indonesia, dan ini nantinya bakal jadi semacam kunci jawaban untuk calon kandidat yang melamar. Ih jadi bangga, berarti Indonesia dipandang sebagai pasar yang cukup penting dong ya, buktinya ada kebutuhan penutur asli lagi tuh…

Ngomong-ngomong soal proyek, jadi inget, dulu di Departemen xxx, kalo ada proyek tambahan di luar tugas rutin, akan ada uang lelah proyek juga, jadi tambah semangat deh kerjanya. Kalo sekarang, boro-boro :D. Tapi tetep seneng kok…seneng rasanya ngerjain sesuatu yang masih ada hubungannya sama tanah air tercinta, jadinya serasa dekat terus walau jauh :).

The better you work, the more work load you have

Saya mulai tambah yakin atas kebenaran asumsi itu. Kalimat itu juga yang jadi salah satu argumen manajer saya waktu menawari tambahan tanggung jawab mulai awal tahun depan. Jadi kalo kerjaan kita dinilai bagus, kita cenderung bakal dapet pekerjaan lebih banyak lagi gitu? Kalo gitu, mendingan gak usah kerja yang serius2 kali ya? Ntar ketiban kerjaan lebih banyak terusss :D. O ya, pertambahan tanggung jawab ini tidak berpengaruh pada besaran angka di slip gaji, tapi mudah-mudahan berefek pada besaran bonus taun depan (amin!). 🙂

Dari ajang Miss France 2009

Terus terang, saya selalu agak skeptis soal pemilihan Miss-miss-an begini. Tapi berhubung di ajang tahun ini ada Anggun yang jadi salah satu anggota juri, saya jadi tertarik nonton deh. Momen favorit saya adalah waktu Anggun berkata bahwa dia menantikan sekali saat para kandidat Miss France ini berbicara atau mengeluarkan pendapat, karena hal yang penting untuk menjadi seorang Miss itu bukan hanya kecantikan, tapi juga kecerdasan. Yang lalu ditimpali oleh si pembawa acara,”Ya contohnya seperti Anda begitu.” 🙂

Sayangnya harapan Anggun (dan juga saya) untuk menyaksikan bagaimana intelektualitas para Miss ini gak terkabulkan tuh. Hampir 98% acara diisi dengan pemandangan para peserta lenggak-lenggok di atas panggung. Mereka baru diundang berbicara waktu ditanyakan apa alasan yang membuat para juri memilih mereka untuk menjadi Miss France tahun ini. Itu pun yang ditanyai hanya 5 finalis akhir. Yah kuciwa dehhh… Kayaknya jawaban kelima finalis itu juga kurang berbobot. Saya tadinya berharap akan ada debat di antara mereka tentang permasalahan aktual, misalnya tentang krisis global dan apa dampaknya terhadap Prancis (berat amat ya hehe). Tapi kalau gak keliru, di pemilihan Putri Indonesia, ada kan ya waktu di mana masing-masing kandidat harus menjawab pertanyaan dari dewan juri? Hmm berarti metode pemilihan di Indonesia lebih OK dong ya dibanding di Prancis?

O ya, satu hal yang bikin saya sirik, para peserta sebelumnya ternyata sempat melakukan perjalanan beberapa hari di Phuket, Thailand. Salah satu hadiah yang didapat Miss France terpilih pun adalah tiket Prancis-Thailand pp. Kenapa sirik? Yah kenapa gak ke Indonesia gitu lho, negeri kita gak kalah cantiknya kan. Suka sebel juga saya kalau tau orang-orang sini lebih kenal Thailand daripada Indonesia.

Btw, akhirnya gelar Miss France 2009 jatuh ke peserta dari région Albigeois-Midi-Pyrénées, yang saya gak tau juga apa kelebihannya dari kandidat lain. Tapinya, yahhh saya kan memang sudah skeptis dari awalnya. 😀