Jumat ceria

…karna setelah sekian lama gak ke Paris, Jumat kemarin akhirnya saya menginjakkan kaki lagi di Paris. Kangen juga sama hiruk-pikuknya Paris, desek-desekkan di Metro, dan masih juga dengan noraknya terpesona ngeliatin pemandangan Menara Eiffel dari dalam Metro haha! Makanya jalur Metro favorit saya adalah ligne 6, di mana Menara Eiffel paling jelas kelihatan dari Metro, uh Paris je ne cesserai jamais de t’aimer!

Btw, Jumat kmarin jadi Jumat ceria juga karna saya jadi bisa memuaskan rasa kangen sama nasi kapau! Hihi, iyaaa skalian mampir di KBRI dan langsung mborong 2 soto ayam, 1 nasi Padang (hiyaaa kebetulan ada, lagi pingin banget soalnya), 1 siomay kumplit, 1 pempek, sama 5 teh Sosro kotak. Aku bahagiaaaaa, gak usah masak lagi buat buka n sahur… 😀

Iklan

Bukan dua-duanya tauk

Lokasi: eskalator di Metro Franklin Roosevelt.

Lelaki sok akrab (LSA) : Vous êtes malgache? (Kamu orang Madagaskar ya ?)

Saya (S) : Huh?

LSA : Ou chinoise? (Orang China kali ya?)

S : (sambil manyun) Non.

LSA : OK… (sambil buru-buru kabur, mungkin shocked dengan tampang be te saya)

Bah, perasaan mata saya gak ada sipit-sipitnya, kulit pun coklat begini, kenapa sering disangka orang China ya? Orang-orang Eropa memang kayaknya perlu belajar lagi geografi, biar tau kalo Asia itu bukan cuma China.

Kalo Madagaskar? Hmmmm…. *buru-buru ngaca*

Mirip orang Madagaskar ya?

Blah. 😀

Do you know the difference between stock and bond?

…tanya pewawancara yang kelak menjadi manajer saya waktu itu, setahun yang lalu.

Glek, makhluk apa pula itu, batin saya dalam hati. Saya menggeleng pasrah sambil diam-diam mulai melepaskan harapan saya untuk lowongan yang satu ini.

“Oh it’s OK, you can find descriptions about them in web sites like investorwords.com. You will have trainings about introduction on financial market too”, katanya menenangkan saya yang mungkin dilihatnya mulai menunjukkan tanda-tanda putus asa.

Saya mengangguk pelan, masih belum merasa nyaman dengan serbuan istilah dan jargon finansial. Makin merasa susah duduk lagi karena setelah itu, saya disodori secarik kertas berisi contoh kasus untuk dianalisis. Heh?? Yang saya pelajari di kampus dulu berkisar seputar fonem, morfem, dan analisis sintaktis. Sekarang tiba-tiba saya harus menelaah apa gerangan maksud dari pernyataan “perusahaan A mempunyai deemed interest di perusahaan B”.

Tenang…tenang…, kata saya menguatkan diri sendiri. Toh mereka tahu saya sama sekali tidak punya latar belakang pendidikan dan pengalaman di bidang ini. Lagipula, di luar itu semua, saya sangat, sangat suka dengan suasana di kantor ini, entah apanya, banyak aura positif yang saya rasakan dari pertama kali saya masuk tadi.

Sekarang, hari ini, tepat satu tahun saya memulai babak baru (lagi) di perantauan. Mulai lagi bekerja di bidang yang sama sekali baru. Rasanya? Mengasyikkan ternyata. I enjoy every minute of it. Terutama kalau ingat lagi, bagaimana ini semua dimulai. Begitu banyak hal yang menurut saya, ajaib. Kok bisa saya tiba-tiba menemukan lowongan yang mencari orang yang trilingual, bisa Bahasa Prancis, Inggris, dan Indonesia? Berapa banyak lowongan seperti itu yang bisa ditemukan di Prancis? Kok bisa saya menemukan lowongan itu di situs ANPE dengan kode yang belum pernah saya gunakan sebelumnya? Kok bisa kebetulan kode itu diberikan oleh agen ANPE yang mengurus berkas saya seminggu sebelumnya? Kok bisa kebetulan lokasi kantor ini ideal sekali, tidak jauh dari tempat tinggal saya, yang nota bene baru saya tinggali dua bulan sebelumnya? Kok bisa kontrak kerjanya langsung CDI atau permanen, dengan standar kerja yang sangat bagus? Padahal tadinya saya sudah setengah pasrah, mengingat sulitnya kaum pendatang mencari pekerjaan yang pas di Prancis. Yang sering terjadi, terpaksa harus menurunkan sedikit standar kualifikasi atau downgrade CV.

Small miracles? Nope, they’re part of a big one, a gift from God.

Merci infiniment, Dieu. Que je puisse en profiter le mieux possible, pas seulement pour moi, mais aussi pour mes environs, amin.