Best Companies to Work for

Kantor saya, FactSet Research Systems Inc., awal tahun ini masuk dalam daftar “Fortune’s 100 Best Companies to Work for”. Penilaian masing-masing perusahaan ditentukan berdasarkan survei yang dilakukan oleh Fortune kepada para pegawai secara acak. Survei pegawai ini sangat menentukan skor perusahaan karena 2/3 penilaian ditentukan oleh hasil survei ini. Oleh karena itu, tidak heran jika ranking pertama tahun ini kembali jatuh kepada Google, yang memberikan opsi kepemilikan saham bagi sebagian besar karyawannya. Dengar-dengar juga, kabarnya kantor saya pun sedang melakukan langkah-langkah untuk melakukan hal yang sama.

O ya, FactSet menduduki ranking 52 dari 100 perusahaan yang ternyaman untuk bekerja, mengungguli American Express, Mattell, Microsoft, bahkan Yahoo. Saya sendiri sudah mendapatkan banyak kesan positif dari FactSet, bahkan dari pertama kali datang saat wawancara dulu. Tentu saja ini di luar kenyataan bahwa pekerjaan saya di sana berhubungan erat dengan Indonesia, tanah air tercintah :). Yang pertama menarik perhatian saya adalah keberagaman asal para karyawan di sana. Berhubung pekerjaan kami adalah memantau dan menganalisis kepemilikan perusahaan-perusahaan publik di seluruh dunia, kami harus berhadapan dengan rangkaian informasi yang tersedia dalam berbagai bahasa lokal. Itulah sebabnya, “barisan pasukan” FactSet terdiri dari para penutur bahasa-bahasa utama di dunia, termasuk Indonesia. Keberagaman inilah yang membuat saya dari awal merasa nyaman berada di sana. Buat saya, ini sesuatu yang menyenangkan, bisa berinteraksi dengan teman-teman yang berasal dari berbagai bangsa. Seperti yang pernah saya katakan, rasanya seperti bekerja di PBB mini, ada delegasi dari masing-masing negara.

Hal yang lain yang membuat saya nyaman bekerja di sini adalah karena setiap hari saya mendapatkan ilmu yang baru. Bagaimana tidak, pekerjaan saya di sini berkutat pada masalah keuangan, pasar saham, dan sejenisnya. Bidang yang sama sekali tidak pernah saya sentuh dan saya pahami sebelumnya. Ternyata belajar sesuatu yang sama sekali baru itu menyenangkan juga. Rasanya otak seperti diisi ulang setiap hari. Satu lagi nilai plus FactSet yang penting buat yang tidak terlalu ahli (baca: males) masak seperti saya adalah: makan siang gratis setiap hari. Asyik kan, gak usah pusing-pusing bawa bekal dari rumah, pun bisa hemat pula (maklum pedit hihi).

Well, di luar itu semua, FactSet memang tampaknya akan terus berkembang di masa datang, terbukti dengan adanya rencana perekrutan belasan karyawan baru di kantor saya tahun ini. Jadi, ada yang berminat sekantor dengan saya? 🙂

Iklan