Alhamdulillah…

Hari ini diajak ngomong-ngomong sedikit sama manajer dan bos besar di kantor, sekadar tukar pendapat dan evaluasi masa kerja aja sih, ga ada yang penting banget. Intinya, mereka ingin tau aja kesulitan-kesulitan apa yang saya hadapi selama ini, apakah saya masih terus tertarik untuk bekerja dan mendalami pekerjaan ini, apakah saya mulai merasa kepala saya “pecah” dan mulai hampir “gila” mendalami berbagai hal dan istilah di bidang keuangan . Ya ya, memang sebelumnya saya tidak mempunyai pengalaman sama sekali di bidang keuangan, pasar saham, dan sejenisnya. Dan, terus terang, sebelumnya saya sempat ragu, kira-kira bisa gak ya, nanti saya “mudeng” dengan pekerjaan ini?

Mula2 memang saya sempat “sesak napas” dijejali berbagai informasi tentang seluk beluk dunia saham, tapi makin lama saya makin merasa enjoy dengan pekerjaan ini. Setiap hari saya belajar ilmu baru, setiap hari saya harus “memaksakan diri” mencerna berbagai informasi, dan setiap hari pula saya merasa termotivasi oleh rasa ingin tahu yang makin besar. Memang tidak akan mudah pada awalnya, itu pasti, langkah pertama selalu merupakan hal yang tersulit. Tapi, dengan berjalannya waktu, saya yakin semuanya akan baik-baik saja, insya Allah.

Satu hal yang berkesan untuk saya, gimana sang bos besar berkata bahwa ia mendapatkan kesan yang baik dari saya selama ini, bahwa saya adalah pribadi yang serius dan profesional dan qu’ils sont contents que je sois là (huhuyyy…ge-er dehh). Well, masih banyak yang harus saya pelajari dari pekerjaan ini, tapi yang utama dan terutama dari semua ini adalah: “Alhamdulillah, merci Dieu… For what I’ve got is MORE than I had ever hoped for, and A LOT of what I hope for. I really can’t thank God enough for what happened in the past years. The best things are given to me, the ones that I could not even dare to imagine. So, how can I not be thankful for that?”